Kamis, 23 September 2010

ANTARA KAMI DENGAN THAGHUT


Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

ما يصنع بي أعدائي. أنا جنتي في قلبي وستاني في صدري. فهي معي لا تفارقني أينما رحت أنا حبسي خلوة. وقتلي شهادة. وإخراجي من بلدي سياحة

“Apa yang dilakukan musuh-musuhku terhadap diriku. Aku, sungguh surgaku ada di hatiku, dan tamanku yang indah ada di dadaku. Ia selalu ada bersamaku lagi tidak pernah meninggalkanku ke manapun aku pergi. Aku, sungguh pemenjaraanku adalah khalwat, pembunuhanku adalah kesyashidan, dan pengusiranku dari kampung halamanku adalah wisata.”
Sungguh musuh-musuh Allah dari kalangan para thaghut dan bala tentaranya telah mengira bahwa apa yang dilakukan terhadap para muwahhidin mujahidin oleh mereka berupa pembunuhan, pemenjaraan, penyiksaan dan penganiayaan serta pengejaran akan bisa mematikan dan memadamkan cahaya tauhid dan semangat jihad yang sudah menyatu di dalam jiwa, dan mereka menyangka bahwa tindakan tadi akan membuat yang lain urung diri dari meniti jalan tauhid dan jihad ini….sungguh tidak mungkin….

يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan (ucapan) mulut-mulut mereka, sedangkan Allah tetap akan menyempurnakan cahaya (agama)-Nya walaupun orang-orang kafir itu benci.” [Ash Shaff : 8]
Walaupun mereka mengerahkan semua setan-setannya dari kalangan tentara dan polisi yang mengarahkan moncong senjatanya dan kalangan ulama suu’ bayaran yang telah menjual ayat-ayat Allah dengan dunia yang fana yang menipu umat dan membiusnya agar tetap manut kepada thaghut dan melabeli para pembela Islam hakiki dengan gelar-gelar buruk yang menakutkan atau menjijikkan. Tapi tindakan itu semuanya tidak bisa melenyapkan cahaya kebenaran walaupun bisa saja sesaat menghalanginya, ibarat kabut yang hanya sesaat menghalangi cahaya matahari dan tidak lama berselang kabut akan sirna dan cahaya matahari kembali kelihatan sinarnya. Maka silahkan lakukan apa yang ingin kalian lakukan, tapi ingatlah bahwa yang kalian lawan itu bukanlah kekuatan makhluk yang lemah, namun yang kalian tantang itu adalah kekuatan Penguasa langit dan bumi….
Bercerminlah dengan para thaghut masa lampau… Ini dia kaum ‘Aad yang angkuh menolak dakwah tauhid dan malah angkuh mengatakan:

مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً

“Siapa yang lebih dasyat kekuatannya dari kami?.” [Fushshilat : 15]
mereka tidak tahu bahwa Allah ta’ala lebih kuat dari mereka.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً

“Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang telah menciptakan mereka, Dia lebih hebat kekuatannya dari mereka?.”[Fushshilat : 15]
Maka Allah ta’ala kirimkan adzab yang mematikan:

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنصَرُونَ

“Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan adzab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan.” [Fushshilat : 16]
Ini juga Fir’aun dan bala tentaranya yang angkuh dan aniaya yang membunuhi kaum pria Bani Israel, memperbudak para wanitanya dan memenjarakan dan membunuhi orang-orang yang beriman yang menolak tunduk kepada aturannya, apa yang Allah ta’ala timpakan di dunia kepada mereka dan yang disiapkan di akhirat:

وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ إِلَيْنَا لَا يُرْجَعُونَ، فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ، وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنصَرُونَ، وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُم مِّنَ الْمَقْبُوحِينَ

“Dan dia (Fir’aun) dan bala tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar, dan mereka mengira bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. Maka Kami siksa dia (Fir’aun) dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang zalim. Dan Kami jadikan mereka para pemimpin yang mengajak (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong. Dan Kami susulkan laknat kepada mereka di dunia ini sedangkan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah).” [Al Qashash : 39-42]
Ini juga Abu Jahl dan para pembesar Quraisy lainnya yang merasa berkuasa di Mekkah, angkuh dan menghina serta menindas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabatnya, pada akhirnya setelah kaum muslimin bersabar dan memiliki kekuatan, mereka terbunuh di perang Badar dan dilemparkan ke dalam sumur Badar [shahih Al Bukhari, Bab melemparkan bangkai kaum musyrikin ke dalam sumur]
Begitulah nasib semua para thaghut, akan ada masanya bagi keberakhiran, namun hanya orang berakallah yang mengambil pelajaran.
Puncak kebahagiaan mereka adalah kekuasaan, dan itu akan berakhir baik digantikan oleh yang lain ataupun dengan kematian. Sedangkan harta maka akan ditinggal mati pula dan begitu juga isteri yang cantik, maka bagaimana kalau fisik sudah lemah lagi tua? Kebahagiaan dunia ada batasnya dan bahkan akan menjadi sumber kesengsaraan batin bila tidak didasari tauhid dan amal saleh, karena yang menjamin kebahagiaan jiwa hanyalah iman (tauhid) dan amal saleh, sebagaimana firman-Nya ta’ala:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa beramal saleh baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia itu mu’min maka sungguh Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh Kami akan memberikan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An Nahl : 97]
Kehidupan yang baik itu adalah kehidupan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat, Allah ta’ala menjanjikannya kepada hamba-Nya yang bertauhid dan beramal saleh. Sedangkan kehidupan yang bahagia di dunia ini adalah kenikmatan hati dan ketenangan jiwa yang dirasakan oleh orang yang menghambakan dirinya dan berserah diri kepada Pencipta-Nya, apapun dan bagaimanapun kondisi yang dialaminya, apakah penindasan atau penyiksaan atau pemenjaraan bahkan pembunuhan sekalipun. Semakin dekat seorang hamba muwahhid kepada Allah dan semakin tunduk dan taat kepada perintah-perintah-Nya, maka semakin besar pula kebahagiaan hidup yang dia rasakan. Semakin besar pengorbanan yang dia ikhlaskan kepada Allah ta’ala demi tegaknya ajaran Islam di muka bumi ini, maka semakin besar pula kenikmatan hidup yang dia rasakan dan semakin besar pula keinginannya untuk berkorban lebih besar dan lebih banyak di jalan Allah ta’ala, agar semakin besar pula kebahagiaan jiwa yang dia rasakan dan semakin tinggi pula tingkatan surga yang dijanjikan untuknya.
Maka tidaklah aneh bila Yusuf ‘alaihissalam lebih memilih di penjara daripada mengikuti ajaran berbuat maksiat.

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ

“Ya Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada mengikuti ajakan mereka.”[Yusuf : 33]
Begitu pula si Ghulam di dalam kisah Ashhabul Ukhdud dengan senang hati dirinya di bunuh demi tegaknya kalimat Allah ta’ala…
Dan kaum muwahhidien yang menerima dakwah tauhid yang dibawa si ghulam itu lebih merelakan diri mereka di bakar hidup-hidup sampai mati daripada meninggalkan prinsip mereka yang benar.

قُتِلَ أَصْحَابُ الْأُخْدُودِ، النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ، إِذْ هُمْ عَلَيْهَا قُعُودٌ، وَهُمْ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ بِالْمُؤْمِنِينَ شُهُودٌ، وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيد

“Binasalah orang-orang yang membuat parit (yaitu pembesar-pembesar Najran di Yaman), yang berapi (yang memiliki) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang mu’min. Dan mereka menyiksa orang-orang mu’min itu hanya karena (orang-orang mu’min itu) beriman kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahaterpuji.” [Al Buruj : 4-8]
Itu terjadi karena merasakan kebahagiaan hidup di atas tauhid dan keyakinan kebahagiaan yang lebih besar yang akan mereka raih bila komitmen terus di atas prinsip, sehingga penderitaan sesaat di dunia tidak mereka hiraukan.
Manisnya keimanan yang sudah menyatu di dalam jiwa mampu mengalahkan pahitnya penyiksaan yang dialami Bilal Ibnu Rabah Radliallahu ‘anhu, sehingga semakin dasyat penyiksaan yang dilakukan maka semakin nikmat iman yang ia rasakan, sehingga serta merta terlontar dari lisannya padahal ia di tengah penyiksaan:

أحد أحد لو علمت كلمة أغيظ منها لقلتها

“Esa, Esa, Andaikata ada ucapan lain yang lebih membuat kalian geram darinya, tentu aku mengatakannya,”
Subhanallah …. Sungguh rugi orang yang tidak pernah merasakan manisnya iman ….
Mantapnya keyakinan tauhid dan keyakinan bahwa manfaat dan madlarat itu hanya di Tangan Allah bukan di tangan makhluk walaupun mereka itu para penguasa negeri, keyakinan ini yang mendorong Nabi Nuh ‘alaihissalam mengatakan:

يَا قَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِي وَتَذْكِيرِي بِآيَاتِ اللّهِ فَعَلَى اللّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُواْ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَاءكُمْ ثُمَّ لاَ يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ اقْضُواْ إِلَيَّ وَلاَ تُنظِرُونِ

“Wahai kaumku! Jika terasa berat bagi kalian keberadaanku (di tengah kalian) dan peringatanku dengan ayat-ayat Allah, maka kepada Allah aku bertawakkal, karena itu bulatkan keputusan kalian dan kumpulkan sekutu-sekutu kalian (untuk membinasakanku), dan janganlah kalian ini dirahasiakan, kemudian bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kalian tunda lagi.” [Yunus : 71]
Sehingga kematian di jalan Allah ta’ala bukanlah kelelahan, tapi justru merupakan kemenangan. Itulah yang diyakini para sahabat Radliallahu ‘anhu, dimana salah seorang dari mereka mengatakan saat dikhianati dan dibunuh musuh:

فزت ورب الكعبة

“Saya menang, demi Rab ka’bah.”
Kenapa menang padahal dia teerbunuh? Ya, menang karena dengan tauhid dan amalnya inidia mendapatkan surga dan dijauhkan dari neraka, menang meninggalkan kekeruhan dunia ke alam surga yang penuh kenikmatan, dan menang mendapatkan fisik yang sempurna di alam sana.

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka dia telah menang. Dan kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” [Ali Imran : 185]
Bahkan luka yang didapatkan di jalan Allah akibat serangan musuh atau penyiksaannya akan menjadi nilai pahala dan diharapkan balasannya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkata di dalam hadits yang tsabit:

ما من مكلوم في سبيل الله والله أعلم بمن يكلم في سبيله إلا جاء يوم القيامة وكلمه يدمى. اللون لون الدم والريح ريح المك

“Tidak sseorang pun yang terluka di jalan Allah –dan Allah lebih mengetahui akan orang yang terluka di jalan-Nya- melainkan ia datang di hari kiamat sedangkan lukanya mengalirkan darah, warnanya warna darah dan baunya bau kasturi.”
Bahkan kalau dipenjara maka dia itu dalam posisi didzalimi, bahkan anak istrinya pun ikut didzalimi, sedangkan doa orang yang didzalimi itu mustajab, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Hati-hatilah terhadap doa orang yang didzalimi, karena diantara doa itu dengan Allah tidak ada penghalang.” [HR Al Bukhari dan Muslim]
Maka akan digunakan doa itu untuk kehancuran para thaghut dan ansharnya…..
Dan akan kami gunakan kesempatan di penjara ini insya Allah untuk mengajak orang yang bisa kami ajak kepada tauhid dan kepada sikap membenci dan memusuhi para thaghut dan ansharnya, sungguh bisa mengajak mereka adalah keutamaan bagi kami, karena Rasul kami mengatakan:

لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

“Sungguh Allah memberi hidayah kepada seseorang dengan sebab kamu adalah lebih baik bagimu daripada unta yang merah.” [HR Al Bukhari]
karena setiap amal kebaikan yang dilakukan orang tersebut maka kami mendapatkan seperti pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala dia itu, sebagaimana dijelaskan oleh Rasul kami:

من دل على خير فله مثل أجر فاعله

“Barangsiapa menunjukkan (orang lain) kepada kebaikan, maka dia mendapatkan seperti pahala orang yang mengerjakannya.” [HR Muslim]
Kalau kalian mengisolasi kami dan menjauhkan kami dari manusia, maka akan kami gunakan untuk belajar dan mengkaji ilmu-ilmu Islam dan meeringkasnya buat bekal di masa mendatang, sedangkan sebaik-baiknya teman di dalam kesendirian adalah buku, dan kalian bisa melihat bahwa mayoritas buku yang ditulis atau diterjemahkan aktivis Islam yang tersebar di tengah masyarakat adalah hasil pekerjaan di penjara.
Dan andaikata kalian menjauhkan kami dari buku dan tulisan, tapi kalian tidak bisa menjauhkan diri kami dari Al Qur’an dan dzikrullah, dimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam telah menamakan majelis dzikir sebagai taman surga:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا قَالُوا وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ حِلَقُ الذِّكْرِ

“Bila kalian melewati taman-taman surga, maka bersenang-senanglah.” Mereka bertanya: Apakah taman-taman surga itu? Beliau menjawab: Halaqah-halaqah dzikir.” [Hadits Hasan riwayat Ahmad dan At Tirmidzi]
Sehingga di situlah kebahagiaan hidup dan ketenangan jiwa dapat dirasakan.

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.” [Ar Ra’du : 28]
Bagaimana tidak, sedangkan ini adalah kesempatan untuk meraih cinta Dzat yang paling kami cintai, dengan ibadah-ibadah sunnah dan bermunajat kepada-Nya, dimana Dia berkata di dalam hadits Qudsi:

وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

“….Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (ibadah-ibadah sunnah) sampai Aku mencintainya. Dan bila Aku telah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang dengan itu ia mendengar dan pandangannya yang dengan itu ia melihat dan tangannya yang dengan itu ia memukul dan kakinya yang dengan itu ia berjalan. Bila ia meminta kepada-Ku tentu Aku memberinya dan bila ia meminta perlindungan dengan-Ku tentu Aku melindunginya.” [HR Al Bukhari]
Kalau demikian, tentu kami akan meminta kepada Allah ta’ala agar menimpakan kehancuran kepada para thaghut dan anshar mereka pada kekuasaannya, keluarganya, harta bendanya dan kesengsaraan batin yang berkepanjangan walau di atas kekuasaan dan melimpahnya harta, kecuali mereka taubat….Allahumma Amiin…
Yang jelas apapun yang kami alami di jalan Allah ini adalah kebaikan semuanya, dimana bila kami dibunuh, maka itu kesyahidan yang di cita-citakan, bila kami di penjara maka itu adalah khalwat dan munajat yang mendekatkan kepada Allah ta’ala dan menjauhkan dari dosa, dan bila kami diasingkan ke negeri lain, maka itu wisata dalam rangka tafakkur penciptaan.
Segala yang kami alami di jalan Allah ini baik berupa kesulitan, kesengsaraan dan kepedihan bahkan sikap kami yang membuat kalian para thaghut makin geram dan jengkel terhadap kami adalah bernilai amal saleh:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ لاَ يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلاَ نَصَبٌ وَلاَ مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَطَؤُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلاَ يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلاً إِلاَّ كُتِبَ لَهُم بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ، وَلاَ يُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلاَ كَبِيرَةً وَلاَ يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلاَّ كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

“Yang demikian itu, karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan tidaklah mereka memberikan infaq, baik kecil maupun yang besar dan tidak (pula) melintasi suatu lembah (berjihad), kecuali akan dituliskan bagi mereka (sebagai amal kebajikan), untuk diberi balasan oleh Allah (dengan) yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” [At Taubah : 120-121]
Itu bagi kami….
Sedangkan bagi kalian wahai para thaghut negeri ini dan bala tentaranya yang berjuang dan bertugas di jalan thaghut (hukum buatan/wahyu syaitan), bukankah yang kalian cari itu adalah keberkuasaan di dunia, penghormatan manusia dan kejayaan serta kebanggaan dengan dinas saat kalian ini mempertuhankan selain Allah ta’ala yaitu para pemimpin kalian dan hukumnya yang lebih kalian taati daripada hukum Allah? Dan bukankah yang kalian harapkan di balik itu adalah gaji bulanan dan kesejahteraan hidup dunia?
Apakah kalian bercita-cita mati tertembak kami saat kalian sedang memerangi kami di dalam melaksanakan tugas pimpinan (thaghut) kalian, sebagaimana cita-cita kami mati tertembak kalian? Bukankah kata ulama-ulama bejat kalian bahwa tugas kalian ini jihad juga?

فَتَمَنَّوُاْ الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“maka berharaplah untuk mati jika kalian memang orang-orang yang benar!” [Al Baqarah : 94]
Kami yakin kalian takut mati dan tidak akan bercita-cita mati di dalam tugas ini apalagi yang masih muda dan baru berpangkat Briptu atau Bripda, belum kembali modal:

وَلَن يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمينَ

“Dan mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali, dengan sebab dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.” [Al Baqarah : 95]
Bagaimana kalau kalian terluka di jalan tugas dan cacat seumur hidup, apakah kalian yakin bahwa luka itu disisi Allah berbau kasturi dan kalian bersyukur kepada Allah karena dicatat sebagai yang terluka di jalan Allah? Ataukah kalian khawatir bahwa tuhan kalian (thaghut) tidak bisa memberikan kesejahteraan di masa tua sebagaimana banyak kaum veteran yang terlantar?
Kalau kalian memang benar dengan tugas kalian ini, apakah kalian rela dan mau bertugas tanpa digaji dan tanpa dibayar padahal taruhannya adalah nyawa? Dan apakah kalian mau menginfaqkan harta pribadi kalian yang ada di rumah atau dapat warisan dari orang tua kalian, terus kalian berbondong-bondong dengan ikhlas menyerahkannya kepada pimpinan kalian (yaitu thaghut atau tuhan kalian) sebagai dana infaq lillahi ta’ala untuk memerangi kami yang di cap teroris?
Adapun kami, maka bukan sekedar harta yang kami miliki bahkan nyawa yang kami miliki, kami relakan dan ikhlaskan di jalan yang kami tempuh ini yaitu tauhid dan jihad. Kami tidak digaji sebagaimana kalian, tapi kami mengharapkan balasan surga di sisi Allah ta’ala.
Bila kami mengalami derita maka kalian juga mengalami, bila kami terancam terbunuh dan terluka maka kalian juga sama terancam. Bila kami lama berpisah dengan keluarga maka kalian juga sering berpisah dengan mereka, bila kami begadang menahan kantuk maka kalian pun saat menjaga kami begadang menahan kantuk, namun kami mengharapkan dari Allah ta’ala apa yang tidak kalian harapkan. Kami mengharapkan surga dan keridlaan-Nya, sedangkan kalian mengharapkan gaji bulanan serta menunggu neraka dan murka-Nya:

إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ

“Bila kalian (kaum mu’minin) menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan sebagaimana kalian menderita kesakitan, sedang kalian mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan.” [An Nisa : 104]
Oleh sebab itu mari kalian bergabung di barisan pembela hukum Allah ta’ala dan tinggalkan barisan hukum thaghut yang menggiring kalian ke jurang neraka. Tinggalkanlah tuhan-tuhan yang selama ini kalian berikan loyalitas kepadanya, karena di akhirat para pemimpin yang kalian pertuhankan (dengan loyalitas) itu akan berbalik mengingkari dan memusuhi kalian:

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِّيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا، كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا

“Dan mereka telah menjadikan tuhan-tuhan selain Allah, agar tuhan-tuhan itu menjadi pelindung bagi mereka, sama sekali tidak! Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka terhadapnya, dan akan menjadi musuh bagi mereka.” [Maryam : 81-82]
Kalian kelak akan saling melaknat dengan para pemimpin dan komandan kalian di dalam api neraka:

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا، وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا، رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا

“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata: “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” Dan mereka berkata: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati para pemimpn dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.” [Al Ahzab : 66-68]
Begitulah realita kalian dan atasan kalian nanti, karena kalian adalah orang-orang kafir…..
Sebagian kalian sewot dan marah seraya mengatakan: saya kafir?!!! Saya ini muslim, rajin shalat bahkan sudah naik haji, jangan sembarangan kalian berbicara…!!!
Kami katakan: Mengaku muslim dan mengerjakan amalan orang Islam tidak menjamin orang itu muslim, kalau dia tidak terdaftar atau tercantum di dalam prosedur pokok keislaman, sebagaimana orang umum yang mengaku polisi dan memakai seragam polisi serta melakukan sebagian apa yang menjadi tugas polisi, tidaklah dijamin bahwa dia itu polisi kalau dia tidak terdaftar di dalam prosedur kepolisian, bukankah demikian?
Ketahuilah bahwa orang tidak disebut muslim kecuali memenuhi dua hal: iman kepada Allah dan kafir kepada thaghut, ”kalian memang shalat, shaum dan haji yang mana ini adalah sebagian konsekuensi iman kepada Allah ta’ala, tapi kalian tidak kafir kepada thaghut, yaitu undang-undang buatan manusia, tapi malah kalian loyal kepadanya dan menjadi penegaknya dan menangkap orang-orang yang ingin menggantinya dengan hukum islam saja.
Kami jujur kepada kalian, dan kami tidak seperti ulama bejat yang menipu kalian yang mendukung pekerjaan kalian….tapi ketulusan kami kepada kalian malah kalian balas dengan keburukan…
Perumpamaan pemerintah thaghut beserta aparatur yang loyal kepadanya ibarat kereta api yang melaju diatas rel yang akan menuju jurang yang membinasakan, sedangkan kami beserta para penyeru tauhid adalah ibarat orang-orang yang mencegat kereta kalian di depannya seraya berteriak meminta agar kereta direm karena akan menuju jurang yang dalam, tapi kalian bukan menghentikan kereta dan berterima kasih kepada kami, namun kalian malah melempari kami, membodoh-bodohi kami dan mengencangkan laju kereta serta menggilas kami….
Kami tulus kepada kalian walau dengan mengorbankan diri kami sendiri, tapi ahli agama yang dibayar pemerintah kalian atau yang menjilat kalian malah menipu diri kalian dengan membenarkan tugas kalian dan menyalahkan kami….
Allah ta’ala telah menjelaskan di dalam ayat-ayat Qur’aniyyah peerihal kebenaran tauhid dan jihad ini, bahkan Dia-pun sesuai janji-Nya selalu menampakkan kepada kami dan kalian ayat-ayat kauniyyah-Nya ini:

سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar.” [Fushshilat : 53]
Kalian menyaksikan dan manusia pun menyaksikan karamah yang Allah ta’ala tampakkan pada diri saudara-saudara kami yang kalian eksekusi mati atau kalian tembak mati, dimana mereka tersenyum, berbau wangi dan tidak membusuk padahal sudah berhari-hari, padahal perhatikan mayat-mayat kawan-kawan kalian, apakah seperti itu? Apakah itu tidak menggugah kalian, ataukah hati sudah membatu sehingga tidak bisa memahami dan mata menjadi buta tidak melihat keajaiban itu?

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Sebenarnya bukan mata itu yang buta, namun yang buta ialah hati yang ada di dada.’ [Al Hajj : 46]
Kalau tidak percaya, maka ingatlah bahwa kami dan kalian akan mati, baru disana jawabannya nyata:

وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنقَلَبٍ يَنقَلِبُونَ

“Dan orang-orang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.” [Asy Syu’ara : 227]
8 Ramadlan 1431 H
Abu Sulaiman
Mu’taqal PMJ

ISLAM AKAN MENDOMINASI DUNIA


Allah SWT., berfirman dalam Al Qur'an :
Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar (Islam) untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (QS At Taubah 9 : 33)

Rasulullah SAW., bersabda:
Sungguh Allah telah menujukkan padaku belahan timur dan barat dari bumi, dan aku melihat kekuasaan ummatku mendominasi semua itu telah aku lihat." (Shahih Muslim no. 2886)
Sebagaimana yang telah Allah SWT., katakan, agama ini (Islam) adalah satu-satunya agama yang benar; dan alasan mengapa Dia menurunkan kepada Dien ini adalah, "...dengan maksud untuk mendominasi atas semua agama." Demikian, Allah SWT., tidak pernah mengirimkan kepada kita Dien hanya sekedar agama ritual belaka. Dien ini telah diturunkan kepada kita oleh Allah SWT., dengan tujuannya untuk diterapkan pada setiap sendi-sendi kehidupan dengan Syariah.
Seseorang yang tidak menyukai Islam untuk mendominasi dunia adalah kafir, musyrik, sebagaimana Allah SWT., berfirman, "...walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya." Konsekuensinya, banyak kaum "muslimin" yang tidak suka pada Syariah untuk diimplementasikan (diluar dari rasa takut dicap sebagai "ekstrimis" contohnya) yang melakukan peniadaan Iman, dan kemudian, meninggalkan ikatan Islam karena membenci apa yang Allah SWT., telah turunkan.
Mengapa orang-orang kafir dan munafiq membenci Islam untuk diimplementasikan? Sederhana saja, karena mereka tidak berharap kerusakan mereka, kejahatan, kriminal, penipuan, operasi mereka, kebohongan mereka, tiran, "kebebasan" dan tipu muslihat mereka berakhir dan keadilan (Islam) akan menang.
Namun, kemenangan Islam yang telah dijanjikan oleh Allah SWT., tidak perlu berarti bahwa setiap orang di dunia akan menjadi Muslim. Ketika kita katakan Islam akan mendominasi dunia kita mengartikannya sebagai sistem politik, ketika Rasulullah SAW., mengatakan bahwa kekuasaan di bumi akan dimiliki oleh kaum Muslimin, orang-orang beriman akan menjadi kuat dan syariah Islam akan diimplementasikan di setiap sudut kehidupan di muka bumi ini.
Jadi bagaimana Islam akan mendominasi dunia ketika banyak orang-orang tidak menerimanya?
Tentu saja, mayoritas orang-orang di muka bumi akan selalu membenci Islam dan tidak ada pilhan untuk hidup dengan syariah. Allah SWT., berfirman :
Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya-. (QS Yusuf 12 : 103)
Selanjutnya ada tiga cara utama dalam sebuah wilayah atau negara bisa menjadi Daarul  Islam (Negara Islam):
1. Mayoritas masyarakat memeluk Islam dan mengimplementasikan syariah atas persetujuan mereka.
2. Sebuah jamaah muncul, merobohkan pemerintahan dan mengimplementasikan syariah dengan kekuatan (atau perebutan kekuasan).
3. Daerah Islam yang telah menyelesaikan jihad sebagai politik luar negeri sebuah negara.
      Jika kaum Muslimin tidak bisa untuk memenuhi kewajiban mereka dan mengajak orang-orang untuk memeluk Islam dan mengimplementasikan syariah, maka menjadi kewajiban atas mereka untuk ber-hijrah dan bersatu (membangun komonitas mereka dan melaksanakan syariah atas diri mereka sendiri) dan kemudian muncul melawan pemerintahan dengan kekuatan pada saatnya, dengan tanpa melihat apakah mereka mayoritas atau minoritas.
      Allah SWT., berfirman:
      Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu... (QS Al Maidah 5 : 49)
      Ayat ini dengan jelas menerangkan kewajiban untuk menerapkan syari'ah, tetapi seperti halnya ini, Allah SWT., berfirman: "...janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka," yang berarti berhukumlah dengan syari'ah walaupun mereka (orang-orang) menyukai hukum yang lain (selain syariat). Ayat ini dengan jelas dan memberikan bukti bahwa Syari'ah harus diimplementasikan dengan kekuatan walaupun orang-orang tidak menginginkannya. Lebih lanjut Allah SWT., juga berfirman:
      Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. (QS Al Baqarah 2 : 193)
      Salah satu bentuk yang orang-orang kafir dan syirik banyak lakukan saat ini adalah mengimplementasikan hukum buatan manusia; selanjutnya, hukum buatan manusia adalah salah satu bentuk ke-syirik-an, satu-satunya cara untuk menghilangkannya dari muka bumi ini adalah dengan berdakwah dan ber-jihad(berperang).
      Faktanya, itu adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk berperang melawan fitnah (kufur dan syirik seperti hukum buatan manusia) sampai itu terhenti. Islam selalu tersebar dengan dakwah dan pedang, dan itu akan terus berlangsung untuk melakukan yang demikian itu.
      Sayangnya, banyak orang saat ini yang tidak mengerti makna dari dalil-dalil Al Qur'an " laa ikrahaa fid-dien - tidak ada paksaan dalam dien..." (QS Al Baqarah 256). Ayat ini dengan salah diinterpretasikan yang berarti bahwa kita tidak bisa memaksa Islam kepada seseorang. Namun jika kita merujuk kepada pemahaman para Shahabat, maka kita bisa dengan jelas memahami bahwa ini tidak ada hubungannya sama sekali.
      "Tidak ada paksaan dalam dien" berarti orang-orang seharusnya tidak menggunakan kekerasan untuk mengajak masuk ke dalam Islam, yaitu memeluk Islam. Tetapi ini tidak berati bahwa kita tidak bisa memaksakan Islam sebagai sebuah hukum dan mengatur orang-orang.
      Rasulullah SAW., bersabda:
      " Aku telah memerintahkan kepada kalian untuk memerangi semua orang sampai mereka mengatakan, " Laa ilaaha illallah wa anna Muhammadar Rasulullah - tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad (SAW.,) adalah utusan Allah." Jika mereka mengatakannya, darahnya dan hartanya akan selamat dari kita, kecuali dengan kebenaran Islam (syari'ah); dan tanggung jawab mereka terserah atau berada  dengan Allah." (Musnad Imam Ahmad)
      Selanjutnya, Rasululullah SAW., dan orang-orang yang beriman telah diperintahkan untuk memerangi orang-orang sampai mereka masuk memeluk Islam atau hidup dengan Islam (dan tetap sebagai kafir). Jika mereka menjadi Muslim darah mereka dan harta mereka akan menjadi suci, tetapi mereka akan tetap tidak aman "dari kebenaran Islam," berarti bahwa mereka harus tetap hidup diatur dengan syari'ah (sebagai hukum dan perintah).
      Tetapi jika mereka masih tetap kafir, mereka setidaknya akan hidup dengan hukum Islam; salah satu cara, orang-orang yang mempunyai pilihan dari agama manapun yang mereka mau ikuti, tetapi mereka tidak mempunyai pilihan untuk tidak hidup di bawah aturan syariat Islam.
      Dalam sebuah riwayat yang shahih, Rasulullah SAW., telah memerintahkan para sahabatnya untuk mengajak kaum non muslim untuk masuk ke dalam Islam. Jika mereka menolak untuk masuk ke dalam Islam dan tetap dalam keyakinan mereka, maka diperbolehkan asalkan mereka menerima syariat Islam sebagai sebuah sistem pemerintahan. Jika mereka tetap menolak, maka mereka akan diperangi hingga  dien Allah ini (Islam) manjadi dominan dan di implementasikan:
      Rasulullah SAW., bersabda:
       "Perangilah dengan nama Allah dan di jalan Allah, memerangi mereka yang tidak beriman kepada Allah. Membuat sebuah perang suci, jangan menggelapkan harta rampasan; jangan pecahkan ikrarmu; jangan merusak (yang gugur) tubuhnya; jangan membunuh anak-anak. Ketika kamu bertemu dengan musuh-musuhmu yang musyrik, ajaklah mereka pada tiga pilihan. Jika mereka merespon masing-masing dari itu, kamu juga menerimanya dan menahan dirimu untuk melakukan kejahatan. Mengajak mereka untuk (menerima) Islam; jika mereka merespon kepadamu, menerima itu dari mereka dan berhenti untuk memerangi mereka. Kemudian ajak mereka untuk hijrah dari tanah mereka ke tanah muhajirun dan beritahu mereka bahwa, jika mereka melakukan itu, mereka akan mendapatkan hak-haknya dan kewajiban atas muhajirun. Jika mereka menolak untuk hijrah katakan kepada mereka akan berstatus sebagai Badui Muslim, tetapi mereka tidak akan mendapatkan bagian dari harta rampasan perang atau fa'i kecuali ketika mereka benar-benar berperang dengan kaum Muslimin (malawan orang-orang kafir). Jika mereka menolak untuk menerima Islam, diwajibkan atas mereka jizyah. Jika mereka menolaknya mintalah pertolongan Allah dan perangilah mereka..." (Muslim no 1731)
      Jika mereka menolak untuk menerima Islam, diwajibkan atas mereka jizyah. Jika mereka setuju untuk membayar, menerimanya, maka cegahlah tanganmu (dari memerangi). Jika mereka menolak untuk membayar jizyah, carilah pertolongan dari Allah dan perangilah mereka.
      Jizyah adalah bayaran kecil atau pajak yang dikenakan kepada setiap non muslim yang tunduk kepada syariat Islam dan dibayarkan kepada Khalifah (pemimpin kaum Muslimin). Jizyah dibayarkan sebagai balasan bagi non Muslim karena akan hidup di bawah sebuah perjanjian, selanjutnya menjadi terlarang bagi kaum Muslimin untuk melanggar kesucian mereka.
      Ini adalah perintah dari Rasulullah SAW., dan sangatlah jelas; jika mereka menolak untuk masuk Islam, maka kewajiban atas mereka adalah membayar jizyah yaitu mengimplementasikan syari'ah atas mereka. Jika mereka atau non muslim ini menolak masuk ke dalam Islam dan juga menolak untuk hidup di bawah sistem Islam, maka "carilah pertolangan Allah dan perangilah mereka."

      Kesimpulan

      Jadi bagaimana Islam akan mendominasi dunia? Hampir bisa dipastikan dengan kekuatan! Di negeri-negeri seperti Inggris dan Amerika orang-orang dengan tegas menolak untuk masuk ke dalam Islam dan dapat dipastikan bahwa mereka memilih tidak hidup dengan syari'ah. Selanjutnya, hampir bisa dipastikan negara-negara ini bisa menjadi di bawah kekuasaan Islam adalah dengan atau apabila Negara Islam menaklukan mereka setelah menerapkannya di tempat lain (seperti Timur Tengah dan Asia). Namun, hal ini tidak berati bahwa kita harus berhenti mengajak (berdakwah) kepada mereka untuk masuk Islam.
      Rasulullah SAW., bersabda:
      "Masalah ini (Islam) akan tetap menyebar sejauh malan dan siang menjangkau, sampai Allah tidak akan meninggalkan satu rumahpun terbuat dari lumpur dan rambut, tetapi akan membuat agama ini memasukinya, selagi membawa kekuatan kepada seseotang yang kuat (seorang Muslim) dan kehinaan bagi seseorang yang tidak setuju (menolak Islam); kekuatan dengan yang Allah tinggikan kepada Islam (dan orang-orangnya), dan aib bagi yang Allah hinakan kepada orang-orang kafir." (Musnad Imam Ahmad)
      عصبة المسلمين يفتتحون البيت الأبيض
      "Sebuah bagian kecil dari kaum Muslimin akan muncul dan (akan) menaklukkan rumah putih." (Musnad Imam Ahmad)
      Banyak orang yang mengejek konsep Islam akan memdominasi dunia, dan hal itu termasuk salah satu dari karekteritik munafiqin dan hal tersebut sudah termasuk melakukan satu peniadaan Islam ; tidak mempercayai perkataan Allah SWT., dan RasulNya SAW.,
      Wallahu'alam bis showab!
      Source : almuhajirun.net
      Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


      Source: http://arrahmah.com/index.php/blog/read/8788/islam-akan-mendominasi-dunia#ixzz10P4Auvw8

      NahnuMuslim.Com : Penyejuk Hati-Kebanggaan Umat


      JAKARTA (Arrahmah.Com) - Terdaftar lebih dari 6000 orang anggota dalam kurun waktu kurang dari sebulan, pertumbuhan NahnuMuslim (NM) terbilang sangatlah pesat. Dengan fakta besarnya jumlah kaum Muslimin dinegara asal NM, Indonesia, dan juga dukungan para NMers (Sebutan lain pengguna NahnuMuslim), NM yakin akan menjadi Situs Jejaring Sosial Terbesar dan Tercepat pertumbuhannya di dunia, insya Allah. Walau dengan fitur dan tampilan yang masih terbilang sederhana, terbukti tidak membuat antusias kaum Muslimin Indonesia, khususnya, untuk tetap meramaikan Situs besutan Arrahmah.com ini.
      NahnuMuslim Alternatif Islami
      NahnuMuslim mungkin bukan merupakan pertama ataupun satu-satunya situs jejaringan sosial yang menggunakan metode jaringan Microblogging. Bahkan ada saja segilintir orang yang mengkritik NahnuMuslim mengadopsi ide dari situs jejaring sosial lain yang sudah lebih dulu ada di dunia maya. Namun sekali lagi, fakta tersebut tidaklah membuat NahnuMuslim lantas ditinggalkan oleh para penggunanya, ataupun menurunnya intensitas orang-orang yang mendaftar. Terbukti dengan terus meningkatnya dan bertambahnya jumlah member di NahnuMuslim.com.

      Dalam masa percobaan, fitur yang ditawarkan NahnuMuslim adalah update status dengan 200 karakter. Berbeda dengan situs jejaring sosial pada umumnya, di NahnuMuslim jika pengguna membuat kesalahan tulisan ataupun ingin merubah status yang mereka buat tanpa menghapus status yang salah dan membuat status baru, pengguna bisa dengan mudah meng-edit statusnya. Selain itu para NMers dapat dengan mudah berbagi video, foto, dan link yang langsung dapat dilihat dan dinikmati oleh para NMers lainnya.

      NMers juga dapat membuat Grup yang sesuai dengan misi dan visi mereka masing-maisng. Saat ini terbilang sudah ada 28 Grup yang didirikan dan dianggotai para NMers, salah satunya Grup CyberJihad tempat berkumpulnya NMers yang mendedikasikan dirinya untuk menepis propaganda yang tersebar di dunia maya, juga ada Grup Sharia4Indonesia, sebuah komunitas Muslim yang menyuarakan penegakkan Syari'at Islam di Indonesia, dan juga Grup Ukhuwah Islamiyah tempat dimana berkumpulnya para Muslim NMers untuk saling berukhuwah dengan Islami. Dan juga puluhan Grup lainnya.

      Interaksi antar NMers saat ini mirip dengan sistem Twitter, yaitu sistem follower (pengikut). Siapa pun bisa mengikuti atau diikuti oleh member yang lain. Sistem seperti ini memang lebih bebas dan terbuka, namun ke depan akan dibuat juga sistem pertemanan, dimana NMers bisa menerima atau menolak pertemanan dari member lain. Follower (pengikut) hanya bisa mengikuti atau melihat status yang memang dipublikasikan untuk umum, tapi teman bisa melihat informasi-informasi yang lebih privat.

      NahnuMuslim juga dapat dinikmati dengan mudah oleh para pengguna handphone dalam 2 versi, versi simple dan versi layar sentuh (touch screen). Fase percobaan akan berlangsung selama 3 bulan, selama masa percobaan itu NM akan melihat dan merencanakan hal-hal dan fitur-fitur yang bermanfaat untuk Pengguna NahnuMuslim di kedepannya.

      Bangga Gunakan NahnuMuslim
      NahnuMuslim tidak hanya menawarkan fitur-fitur diatas namun NM menawarkan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat. Ada alasan kuat mengapa pemilik Ar Rahmah Media, Muhammad Jibriel AR --semoga Allah senantiasa melindunginya-- yang merupakan pencetus ide NahnuMuslim, memutuskan nama "NahnuMuslim" yang berarti "We Are Muslim" untuk menjadi nama situs jaringan sosial besutannya, tidak lain dikarenakan, Muhammad Jibriel AR ingin mengajak para kaum Muslim untuk berbangga dan menegaskan indentitas dirinya sebagai bagian dari kaum Muslim.

      Lantas dengan alasan demikian, bukan berarti NahnuMuslim berpikiran sempit dengan melarang non-muslim untuk bergabung didalam komunitas NM, jika non-muslim ingin bergabung ke dalam komunitas NM karena ingin mengetahui atau mempelajari tentang Islam maka NM akan menerima dengan senang hati, namun apabila niat kedatangannya ke dalam komunitas adalah untuk menebarkan kebencian dan memprovokasi ummat, maka NM tidak akan tinggal diam saja.

      Sesuatu hal yang mungkin tidak dirasakan di situs jaringan sosial lain adalah suasana ukhuwah yang sangat hangat dan Islami di NahnuMuslim. Bukan hanya memberikan sarana perkenalan sesama muslim, namun NM merupakan wadah untuk saling mengingatkan, tazkirah bagi yang lalai, wadah di mana sesama Muslim saling mencintai karna Allah. Saling berbagi, saling menasihati. Hal itu bukan berarti NMers harus melulu berbicara tentang Islam, NMers diberikan hak kebebasan berbicara apa saja, selama tidak melanggar syariat, Al Quran dan Sunnah. Bisa berbicara tentang Islam, dakwah, muamalah, jihad, cinta ataupun sekedar berbagi pengalaman hidup dan cerita sehari-hari. "Kebebasan yang Bersyariat" itulah motto NahnuMuslim.

      Walau dengan dana yang terbatas bukan berarti mengecilkan hati NahnuMuslim untuk dapat bermimpi tinggi. NM mempunyai banyak sekali visi dan misi ke depannya yang insya Allah dengan seizin Allah akan terwujud tidak lama lagi. Salah satu rencana NM mengenai fitur ke depan adalah dengan memberikan fasilitas bagi para NMers sebuah pages dimana terdapat info mengenai daftar-daftar vendor yang Islami, sebagai contoh; page daftar sekolah-sekolah Islam untuk memudahkan para Ibu untuk mencari sekolah anaknya, daftar restoran halal bagi yang suka berwisata kuliner, radio-radio Islam, majalah, buku-buku Islami, dan lain sebagainya.

      Dengan adanya visi dan misi ini, di ke depannya nanti NahnuMuslim akan membuka peluang untuk kerjasama berupa bentuk iklan, informasi dsb. Dan banyak lagi visi dan misi lainnya yang insya Allah akan memberikan banyak manfaat bagi ummat Islam. Semua itu akan dapat diakses di NahnuMuslim, tentunya hanya para NMers yang dapat menikmatinya.

      Rencana yang sebentar lagi akan terwujud adalah, insya Allah, dengan seizin Allah, tidak lama lagi NM akan mengganti server baru menggantikan server yang selama ini overload karena menampung ribuan Users dan menyebabkan sedikit gangguan. Semoga penggantian server ini akan lebih dapat memberi ruang untuk para Muslim lain yang belum bergabung untuk dapat bergabung di NahnuMuslim tanpa ada kendala yang berarti. Dan berbarengan dengan penggantian server, insya Allah, NM akan memulai untuk memberikan fitur-fitur baru untuk dapat segera dinikmati oleh para NMers.
      Ayo Bersinergi & Dukung NahnuMuslim
      Dengan segala keterbatasan yang ada, suatu fakta yang tidak dapat dielakkan memang, bahwa jika dibandingkan dengan situs jejaring sosial lainnya, yang notabene banyak dimiliki oleh kaum kuffar dan yahudi, NahnuMuslim terlihat terlalu "kere" istilahnya untuk dapat menyaingi mereka, apalagi dengan keterbatasan dalam dana.

      Namun adanya keyakinan kepada Allah dan dukungan serta doa para NMers, NM akan berbuat semampunya, karena jika alasan awal dari niat baik NM untuk memberikan sarana Ukhuwah Islamiyah ini hanya sebatas urusan dana, maka NM tidak akan pernah bangkit, dan hal itu tidaklah mengecilkan hati NM, biarlah semua berjalan sesuai aturan Allah, seperti air yang mengalir tanpa ada ujung, karena Allah Maha Mengetahui niat NM. Karena berbuat yang terbaik untuk Agama Allah merupakan suatu hal yang sangat mulia, oleh karenanya, semoga para muhsinin, orang-orang yang diberikan Allah kemampuan dengan harta yang lebih, dapat lebih peka dan memperhatikan sarana-sarana dakwah yang membutuhkan mereka.

      Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama membangun dan meramaikan NahnuMuslim, Jejaring Sosial "Made in Muslim" kita, dimana kita bangga dengan produk dan identitas kita sebagai Muslim. Gunakanlah fitur-fitur NahnuMuslim sebagai wadah umat Muslim berkreasi, berbagi, dan berdakwah dengan sesama Muslim. Realisasikan inspirasi umat dengan lebih banyak merujuk kepada NahnuMuslim, dibanding menghabiskan waktu untuk sesuatu yang kurang bermanfaat di Jejaring Sosial kuffar dan yahudi, seperti Facebook, Twitter dsb. Sudah saatnya umat Muslim bangkit dan bangga dengan produknya sendiri. Awali dengan bergabung dan berukhuwah bersama di NahnuMuslim. Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

      (Feby Hanoum Abdullah /Nahnumuslim.Com)
      Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


      Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/9232/nahnumuslim.com-penyejuk-hati-kebanggaan-umat#ixzz10P2TZlFQ

      Semangat kawan... Alloh bersama kita !!!

      Dunia pergerakan memang sedang mempersiapkan kader-kader terbaik yang akan menjunjung tinggi kalimat Allah di muka bumi ini. Ikatan mereka hanyalah ikatan yang satu yaitu akidah yang sama, kalimat tauhid yang sama, yang akan membuat mereka lebih powerfull dari sebelumnya.

      Kader-kader inilah nantinya yang akan mengembanglan semangat dakwah dan jihad di dunia ini. Bukan hanya Indonesia, karena cita-cita ini sangatlah kecil bila hanya diukur dengan sebuah Indonesia. Islam harus jaya di seluruh dunia, dan menyejahterakan penghuninya dengan syariah yang nyata.

      Kader-kader ini tumbuh terus menerus. Semakin lama semakin berkembang, merambah ke seantero negeri dengan semangat yang sama, semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Akhlak mereka baik, tutur kata mereka juga baik. Inilah modal yang akan membuat mereka bisa menjadi agen pengubah ke depan.
      Mereka terdiri dari berbagi harakah yang ada di Indonesia. Saling menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain. Mereka tidak perlu saling serang, saling sikut, saling jegal hanya untuk berebut massa. Toh nanti larinya juga sama, menuju satu tujuan yang sama, lalu kenapa harus saling rebut. Mereka harus mampu menjaga kemurnian perjuangan, bahwa berjuang bukan untuk massa yang besar. Tetapi untuk mencari ridha Allah ta’ala dan menjayakan agamaNya di muka bumi ini.

      Seharusnya mereka saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Saling memotivasi dan melengkapi, bukan malah saling menggembosi. Bergandeng tangan menjalankan program bersama yang efeknya bisa sangat massive. Bermusyawarah dengan semangat mencari solusi, bukan semangat untuk saling menghabisi opini.

      Inilah kerinduan yang sudah lama dinantikan. Melihat satu kesatuan barisan kader-kader pilihan, menggenggam, ‘bara’ menjadi generasi ghuraba yang rela berkorban untuk Allah Sang Rahman. Semoga Allah memilih kita menjadi kader-kader pilihan itu. Menginfakkan harta dan mewakafkan jiwa untuk berjuang demi Islam yang tercinta. Semangatlah kawan, innallah ma’ana…

      Bersiaplah Untuk Dipilih

      Kini saatnya menyiapkan hati untuk mau mengerti, bahwa perjuangan akan selalu membutuhkan keseriusan. Serius mencari ilmu dan serius mengamalkannya. Kini pula saatnya bagi jiwa untuk mau berbuat untuk sesama. Berkorban untuk saudaranya dengan hati yang tulus tanpa merasa rugi dan nestapa.

      Kini saatnya merelakan setiap apa yang kita punya. Menyisihkan untuk kebaikan amal yang sedang kita rintis bersama. Menganyunkan langkah, menguatkan genggaman tangan maju ke medan laga. Pertempuran yang belum selesai dan perjuangan yang masih sangat lama jalannya.

      Hari-hari kita adalah hari hari yang harus kita maknai dengan kebaikan dan kesungguhan. Detik demi detik harus kita bayar dengan amal shalih yang tanpa pupus. Torehkan amal terbaik dan bekerjasamalah. Hilangkan rasa egoisme, fanatisme kelompok, ashobiyah, kesukuan, atau bentuk-bentuk pengkerdilan ukhuwah lainnya. Peganglah tali Allah sekuat tenaga dengan gigi geraham kita. Niscaya Allah akan membalas amal kita dengan pahala yang besar dan memuaskan. Sekali lagi kawan, Allah bersama kita!

      10 kiat yg kn mmbuat hati mnjadi lapang...

      Sedih, marah, dan dendam adalah tiga dari sejumlah tindakan yang menyebabkan dada ini terasa sempit. Tetapi, hal-hal tersebut selalu menghiasi hidup manusia. Kadang-kadnag ada di dalam diri dalam jangka waktu yang panjang dan kadang-kadang hanya dalam tempo yang pendek saja. Yang pasti saat sifat-sifat tersebut bersarang, dada akan terasa sesak, hati pun kehilangan vitalitasnya dan menjadi lemah. Kondisi yang lemah itu membuat syetan-syetan mudah menguasai hati manusia.

      Orang yang beriman tentu tidak akan membiarkan hatinya terjangkiti hal-hal yang menyesakkan dadanya. Maka ia akan melindungi diri dari tindakan tersebut dan mengobati penyakit yang sudah terlanjur. Adapun obat mujarab untuk itu bukanlah obat yang bersifat fisik-kimiawi. Berikut inilah amal-amal yang, bi-idznillah, insya Allah—akan bisa menghilangkan virus sesak dada menjadi dada yang lapang.

      Pertama; Mengesakan Allah

      Ibnul Qayyim mengatakan, “Kecintaan kepada Allah, ma’rifat kepadaNya serta mengingatNya secara terus-menerus, tenang dan tenteram kepadaNya, mengesakanNya dalam kecintaan, rasa takut, pengharapan, tawakkal dan mu’amalah, dimana Dia sajalah yang menguasai harapan, keinginan dan tekad hamba, adalah sorga dunia, kenikmatan yang tak ada bandingnya. Itulah penyejuk mata sang pecinta, dan kehidupan orang-orang yang arif.

      Beliau juga mengatakan, “Sesuai dengan kesempurnaan (tauhid)nya, kekuatannya, dan peningkatannya, maka akan terwujudlah kelapangan dada orang yang bersangkutan [Zaadul Ma’ad]

      Kedua; Prasangka baik kepada Allah

      Persangkaan baik kepada Allah, diwujudkan dalam bentuk merasakan dan menyadari bahwa Allah adalah dzat yang menghilangkan kesedihan dan duka. Sesungguhnya, apabila seorang hamba berprasangka baik kepada Rabbnya, Allah akan membukakan baginya pintu berkahNya dari arah yang tak disangka-sangka. Maka, marilah senantiasa berprasangka baik kepada Allah, semoga kelak kita bisa melihat hal-hal yang membahagiakan datang dari Allah

      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : «قَالَ اللهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِي، إِنْ ظَنَّ خَيْرًا فَلَهُ، وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ» [أخرجه الإمام أحمد وابن حبان].

      Dari Abu Hurairah ra, ia berkata; Rasulullah saw bersabda; Allah swt berfirman; Aku mengikuti persangkaan hambaKu kepadaKu. Jika ia bersangka baik maka baginya (kebaikan) dan jika ia bersangka buruk maka baginya (keburukan) [HR Imam Ahmad dan Ibnu Hibban]

      Ketiga; Ilmu Syar’i

      Ilmu syar’i akan melapangkan dan melonggarkan dada sedangkan kebodohan akan melahirkan kesempitan, sesak dada dan rasa terkucil. Setiap kali ilmu seseorang bertambah banyak dan bertambah luas, maka hatinya akan terasa semakin lapang dan longgar. Ibnul Qayyim mengatakan; Ilmu Syar’i akan melapangkan dan melonggarkan dada sehingga terasa lebih luas dari dunia. Sedangkan kebodohan akan menyesakkan dada, menyempitkan dan mengungkungnya. Maka setiap kali ilmu seorang hamba bertambah maka hatinya akan terasa lebih lapang dan luas. Tetapi ini tidak akan berlaku untuk semua ilmu, melainkan khusus bagi ilmu yang diwarisi dari Rasulullah saw. Itulah ilmu yang bermanfaat, sehingga pemiliknya menjadi orang yang hatinya paling lapang dan longgar, paling baik akhlaknya, hidupnya paling baik”

      Keempat; Dzikir kepada Allah dan banyak berdo’a

      Wahai orang yang dadanya terasa sesak, dan urusannya ruwet, angkatlah telapak tanganmu seraya memohon kepada Tuhanmu. Tumpahkanlah keluhanmu dan kesedihanmu kepadaNya. Cucurkanlah air matamu di hadapanNya. Dan ketahuilah, semoga Allah memeliharamu, bahwa Allah lebih mengasihimu daripada ibumu dan ayahmu, daripada isteri dan anak-anakmu.

      Di antara dzikir-dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam mengatasi kesesakan dada itu adalah;

      لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رُبُّ الّعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ [رواه البخاري ومسلم].

      Tiada ilah selain Allah yang Maha agung dan Maha Pemurah, Tiada ilah selain Allah, Rabb Asry yang agung, tidak ada ilah melainkan Allah Rabb langit dan Rabb bumi, serta Rabb arsy yang mulia [HR al-Bukhari dam Muslim]

      اللهم رحمتك أرجو فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين وأصلح لي شأني كله لا إله إلا أنت [أخرجه أبو داود وابن حبان].

      Dari Abu Bakrah ra, (ia berkata) bahwasannya; Rasulullah saw bersabda; Do’a orang yang kesusahan adalah, “Ya Allah RahmatMu aku harapkan, maka janganlah Kau bebankan aku kepada diriku meskipun hanya sekejap mata, dan perbaikilah bagiku seluruh keadaanku; tiada ilah melainkan engkau” [HR Abu Dawud dan Ibnu Majah]. Dan masih banyak lagi dzikir-dzikir yang dicontohkan dalam hal ini.

      Kelima: bersegera meninggalkan maksiat dan melakukan muhasabah terhadap diri.

      Kemaksiatan adalah kehinaan, tersingkir dan terjauh dari rahmat Allah, kesedihan, kekalutan dan kesempitan hati. Harus disadari, bahwa dosa-dosa adalah pintu yang besar bagi datangnya berbagai musibah kepada seorang hamba. Firman Allah "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (asy-syura:30)

      Keenam; Menunaikan kewajiban secara terus menerus

      Memelihara rutinitas dalam menunaikan kewajiban, dan memperbanyak amal sunnah seperti puasa, shalat, shadaqah, kebaikan dan lain-lainnya. Terus menerus dalam menunaikan kewajiban dan memperbanyak amal sunnah adalah salah satu sebab untuk mendapatkan kecintaan Allah kepada hambaNya, sebagaimana disebutkan di dalam hadits

      عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال: قال رسول الله : «إن الله قال: من عادى لي وليًا فقد آذنته بالحرب، وما تقرب إليّ عبدي بشيء أحب إليّ مما افترضته عليه، وما يزال عبدي يتقرب إليّ بالنوافل حتى أحبه، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به، وبصره الذي يبصر به، ويده التي يبطش بها، وإن سألني لأعطيته، ولئن استعاذني لأعيذنه» الحديث [أخرجه البخاري].

      Dari Abu Hurairah ra; ia berkata; Rasulullah saw bersabda; bahwasannya Allah berfirman; barangsiapa memusuhi kekasihku maka aku nyatakan perang kepadanya. Dan tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih aku sukai daripada dengan apa-apa yang telah Aku perintahkan kepadanya. Dan hambaKu masih terus mendekatkan diri kepadaKu dengan amal sunnah sampai Aku mencintainya. Jika aku telah mencintainya maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, danmenjadi penglihatannya yang dipakai untuk melihat, dan menjadi tangannya yang digunakan untuk menyentuh, Jika dia memohon kepadaKu niscaya Aku penuhi ia, dan jika ia memohon perlindungan kepadaku, niscaya aku beri perlindungan kepadaNya” (HR al-Bukhari)

      Ketujuh; Bermajelis dengan orang-orang yang shalih

      Berkumpul dengan sahahabat-sahabat yang shalih, … mendengarkan pembicaraan mereka, mengambl manfaat dari buah percakapan dan nasehat mereka. Dengan demikian berkumpul dengan mereka akan mendapatkan ridla Allah swt, sekaligus membuat marah syetan. Sebab itulah biasakanlah untuk duduk bersama dengan orang shalih dan mohonlah nasihat dari mereka, dari sana Kau akan melihat hatimu menjadi lapang.

      Kedelapan; Membaca al-Qur’an

      Membaca al-Qur’an dengan disertai tadabbur dan perenungan merupakan salah satu sebab penting untuk menghilangkan duka lara yang menyelimuti hati. Bacaan al-Qur’an akan melahirkan ketenangan dan kelapangan di hati. Firman Allah;

      Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah, ketahuilah dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenang (ar-Ra’d:28)

      Kesembilan; Berbuat ihsan kepada sesama makhluk

      Ihsan kepada sesama manusia, dan memberikan manfaat dengan segala yang kita miliki adalah salah satu sebab terbukanya hati. Sifat pemurah, dermawan dan suka membantu orang lain akan melapangkan dada dan mengharumkan jiwa. Karena itulah mari kita berusaha sekuat tenaga untuk menjadi orang yang dermawan dan suka membantu orang lain. Terutama kepada kedua orang tua, kerabat, tetangga, kawan-kawan dan lain-lainnya.

      Kesepuluh; Melepaskan dendam dari dalam hati.

      Hasad, iri dan dengki merupakan sebab kesempitan dada seseorang. Sebaliknya kebersihan dan ketenteraman hati merupakan sebab terlapangkannya dada seseorang. Karena itulah mari berusaha menyehatkan hati kita, menjauhi hal-hal yang menyebabkan dada terasa sesak. Marilah tinggalkan kebencian, permusuhan dan kedengkian kepada orang lain. Sebaliknya mari kita pupuk rasa cinta terhadap saudara-saudara kita, sebagaimana sabda Rasulullah,

      لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

      Tidaklah beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri (HR al-Bukhari)